Original price was: Rp70.000.Rp50.000Current price is: Rp50.000.
Penulis: Umi Rohimah
Buku kertas HVS. Baru.
Buku ini adalah buku esai tentang peristiwa keseharian yang penuh hikmah yang dihadirkan dengan renyah.
Kumpulan esai ini dikelompokkan menjadi lima bagian. Dalam Diri, saya bercerita tentang diri sendiri dan suami; pengalaman saat melaksanakan ibadah haji dan umrah saya ceritakan dalam Religi; tentang Ayah, Ibu, anak dan “anak pungut” ada di Keluarga: sedangkan tentang orang-orang dan hal-hal selain itu saya kumpulkan di bagian Rekan dan Lainnya. Setiap bagian dikisahkan dengan kata terpilih.
Available on backorder
Description
Penulis: Umi Rohimah
Buku Tak Ada yang Berlalu dari Kalbu ini terbagi dalam empat bagian utama, yaitu Diri, Religi, Keluarga, Rekan, dan Lainnya. Di dalam bagian Diri, penulis berkisah tentang banyak hal mengharukan tentang masa kecil dan masa awal-awal dia membina rumah tangga. Setelah membaca bagian ini pembaca akan merasa bahwa hidup ini perlu dijalani dengan penuh motivasi karena kita tak tahu apa yang akan ditakdirkan Allah di kemudian hari.
Di dalam bagian Religi, pembaca akan diajak mengikuti perjalanan penulis di Masjidil Haram dan Madinah dalam rangka berhaji dan umrah. Ada hal-hal lucu yang diceritakan di antara sekian banyak hal serius yang dikabarkan.
Di dalam bagian Keluarga, penulis bercerita tentang anak- anak dan keluarga. Sosok Ibu rupanya sangat memengaruhi penulis dan muncul dalam tiga judul, yang berkisah tentang Ibu yang suka menjahit (Mesin Jahit Ibu), Ibu yang piawai memasak (Lontong Nyemok), dan Ibu yang sabar dan penuh pengertian (Toko H Su’ud). Kisah-kisah tentang Ibu ini terasa penuh keharuan kenangan seorang anak perempuan tentang ibunya. Sementara sosok ayah yang perkasa tergambar dalam tulisan berjudul Bapakku. Yang agak mengagetkan, kucing piaraannya juga dikisahkan. Kucing ini adalah tampak menjadi bagian dari keluarga yang memiliki hubungan rekat dengan semua anggota keluarga.
Di dalam bagian Rekan, penulis berkisah tentang tetangga, mantan dosen favoritnya, dan sesosok teman yang tak disebutkan namanya. Dalam kisah panjang ini penulis bertutur bahwa gangguan mental itu penyakit dan bisa disembuhkan dengan langkah-langkah yang masuk akal. Di bagian terakhir, Lainnya, penulis bercerita tentang orang-orang yang pernah ditemuinya dan kebaikan-kebaikan mereka.
Additional information
| binding | paper-back |
|---|




